Pengertian Majas Apofasis Lengkap Kalimatnya

Definisi Majas apofasis merupakan gaya bahasa yang digunakan dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu tetapi tampak menyangkal. Majas apofasis sendiri termasuk ke dalam salah satu diantara macam-macam majas penegasan,

Jadi majas Apofasis atau Preterisio seperti berpura pura melindungi menyembunyikan sesuatu, tetapi sebenarnya memamerkan.

Majas Apofasis dalam Kalimat

  1. Agung memang pria yang tampan, namun hatinya tidak sebersih penampilannya.
  2. Aku ingin sekali selalu bersamamu selamanya. namun kamu malah selingkuh, maka lebih baik kita berpisah mulai sekarang.
  3. Aku sebenarnya ingin sekelompok denganmu. Namun sayangnya, Andini telah mengajakku terlebih dahulu untuk sekelompok dengannya, sehingga aku tidak bisa sekelompok denganmu.
  4. Aku sendiri sebetulnya ingin sekali membeli barang yang kau tawarkan itu. Namun apa daya, aku harus katakan bahwa aku tidak akan membeli barang yang kau tawarkan itu karena aku sedang tidak ada uang saat ini.
  5. Aku tidak sampai hati harus mengatakan banyak teman sekelas yang tidak menyukaimu.
  6. Jangan khawatir aku tidak akan kepada siapapun bahwa kamu mencuri makanan di kantin.
  7. Kalau boleh jujur, lebih baik saya tidak mengatakan ini sama sekali kepada Bapak. Namun, apa boleh buat, saya mesti mengatakan ini kepada Bapak dengan sejujur-jujurnya. Dengan ini saya menyatakan bahwa saya akan mengundurkan diri dari perusahaan ini karena saya akan mengambil tantangan kerja dari perusahaan lain yang ada di luar negeri.
  8. Kami selaku perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk merekrut saudara. Namun, karena kondisi finansial kami yang sedang tidak baiklah yang membuat kami terpaksa menolak saudara.
  9. Kamu tidak perlu harus membantu kami, namun membantu sesama manusia merupakan kewajiban.
  10. Memang kesungguhan cintamu tidak diragukan lagi, namun dengan caramu mendapatkan uang
    dengan cara haram. aku putuskan kita putuskan hubungan kita berdua sampai disini saja.
  11. Saya ingin sekali bekerja sama dengan anda membangun bisnis ini. Namun karena perbedaan visi dan misi antara kita berdua membuat saya memutuskan tidak jadi bekerja sama.
  12. Saya pribadi ingin sekali bekerja sama dengan Anda dalam proyek yang Anda tawarkan tersebut. Namun, ketidaksamaan antara keinginan Anda dengan sayalah yang memaksa saya untuk memutuskan tidak akan bekerja sama dengan Anda.
  13. Saya pribadi sebetulnya enggan mengemukakan hal ini. Namun, dengan berat hati, saya akan katakan bahwasanya saudara Johan sudah resmi menjadi mantan karyawan dari perusahaan ini. 
  14. Saya sebetulnya malas mengatakan hal ini kepadamu. Namun, dengan sangat terpaksa, saya harus mengatakan bahwa skripsimu itu mesti kamu revisi lagi karena masih ada yang salah terutama dari segi analisisnya.
  15. Saya tidak mau mengungkapkan dalam sidang ini bahwa saudara telah melakukan korupsi uang negara.
  16. Saya tidak sampai hati untuk mengatakan bahwa banyak kawan yang tidak menyukaimu
  17. Sebenarnya aku tak ingin menonton film ini karena takut. Namun karena kamu yang mengajak akupun jadi berani.
  18. Sebenarnya saya enggan mengutarakan hal ini. Namun dengan berat hati saudara tidak bisa lagi melanjutkan kerja di perusahaan kami.
  19. Sebetulnya aku masih ingin bersama denganmu. Namun, jarak yang begitu jauh antara aku dengan kaulah yang menjadi sebab mengapa aku harus ber[isah denganmu.
  20. Sebetulnya saya ingin menerima kamu di perusahaanku. Namun dengan kelebihan karyawan disini membuat kamu tidak bisa diterima di sini.
  21. Sebetulnya saya ingin sekali menerima Anda sebagai karyawan di perusahaan ini, namun sayangnya kelebihan SDM di perusahaan kami membuat Anda tidak bisa kami terima di perusahaan ini.
  22. Sebetulnya saya tidak ingin mengatakan hal ini kepada Anda. Namun, karena satu dan lain hal, maka saya mesti mengatakan hal ini kepada Anda. Adapun yang hendak saya katakan adalah Anda selaku karyawan perusahaan ini akan kami berhentikan karena kinerja Anda sudah tidak sesuai dengan apa yang perusahaan inginkan.
  23. Sedih rasanya aku harus mengatakan ini, namun demi kebahagiaan kita berdua aku ingin kita berteman saja.
  24. Sejujurnya, saya enggan menyatakan hal ini di dalam forum yang tengah kita ikuti ini. Namun, dengan berat hati, saya harus sampaikan bahwa saya tidak sependapat dengan keputusan yang dikeluarkan forum ini, karena keputusan tersebut tidak sesuai dengan visi dan misi yang hendak diwujudkan oleh forum ini.
  25. Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa anda telah menggelapkan uang milik negara